Viral Harga Gas Rp16 Ribu Saat Prabowo Tinjau Koperasi Merah Putih di Nganjuk

Siberkil.com, Nganjuk kembali menjadi sorotan publik setelah kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kunjungan yang berlangsung pada pertengahan Mei 2026 itu mendadak viral di media sosial setelah masyarakat menyoroti harga LPG 3 kilogram yang dijual hanya Rp16 ribu per tabung.
Harga tersebut menjadi perhatian karena dinilai lebih murah dibanding harga eceran di sejumlah daerah yang berkisar antara Rp18 ribu hingga Rp22 ribu. Dalam beberapa video yang beredar di Facebook, TikTok, dan Instagram, terlihat Presiden Prabowo meninjau langsung area penjualan kebutuhan pokok di koperasi tersebut, termasuk tabung gas melon subsidi yang diberi label harga Rp16.000. Video itu dengan cepat menyebar dan memicu beragam komentar dari masyarakat.
Banyak warganet mempertanyakan bagaimana koperasi desa mampu menjual LPG subsidi dengan harga lebih rendah dibanding pengecer umum. Sebagian lainnya memuji langkah pemerintah yang dinilai mulai menghadirkan kebutuhan pokok murah langsung ke masyarakat desa melalui koperasi.
Koperasi Desa Merah Putih di Nglawak sendiri merupakan bagian dari program penguatan ekonomi kerakyatan yang dikembangkan pemerintah. Konsep koperasi ini dirancang sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memotong rantai distribusi yang selama ini dianggap membuat harga barang menjadi lebih mahal di tingkat konsumen.
Selain LPG 3 kilogram, koperasi tersebut juga menyediakan berbagai kebutuhan pokok lain seperti beras SPHP, minyak goreng Minyakita, gula pasir, hingga sembako harian dengan harga relatif lebih murah dibanding pasaran umum. Dalam kunjungan itu, Prabowo tampak berdialog dengan pengurus koperasi dan warga sekitar terkait stabilitas harga bahan pokok.
Salah satu warga Desa Nglawak, Anis (43), mengaku keberadaan koperasi sangat membantu masyarakat, terutama kalangan ibu rumah tangga. Menurutnya, harga gas LPG di luar koperasi terkadang mencapai Rp20 ribu per tabung, terutama ketika stok mulai langka. Dengan adanya koperasi, warga merasa lebih tenang karena harga lebih stabil dan stok lebih mudah diperoleh.
“Kalau di sini Rp16 ribu, selisihnya lumayan buat belanja kebutuhan lain. Harapannya stoknya jangan sampai kosong,” ujar Anis kepada media lokal.

Fenomena viral harga gas murah ini juga memunculkan diskusi luas terkait distribusi LPG subsidi di Indonesia. Selama ini, pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi LPG 3 kilogram melalui kebijakan daerah masing-masing. Namun dalam praktiknya, harga di tingkat pengecer sering kali lebih tinggi karena biaya distribusi tambahan dan keterbatasan pasokan.
Pengamat ekonomi kerakyatan menilai model koperasi seperti KDMP berpotensi menjadi solusi dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat. Dengan jalur distribusi yang lebih pendek, barang subsidi dapat langsung diterima warga tanpa banyak perantara. Hal ini dinilai mampu menekan praktik permainan harga di tingkat bawah.
Di sisi lain, sejumlah pengguna media sosial meminta pemerintah memastikan harga murah tersebut bukan hanya berlaku saat kunjungan presiden semata. Mereka berharap harga LPG dan kebutuhan pokok lainnya benar-benar dapat dipertahankan dalam jangka panjang agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara luas.
Pemerintah melalui pengelola koperasi menyatakan harga LPG Rp16 ribu memang merupakan harga normal yang diterapkan di koperasi tersebut. Harga itu bisa lebih rendah karena koperasi memperoleh distribusi langsung dan tidak melalui banyak mata rantai perdagangan.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Nganjuk juga disebut sebagai bagian dari evaluasi program ekonomi berbasis desa yang sedang dikembangkan pemerintah pusat. Program Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus membantu masyarakat menghadapi tekanan harga kebutuhan pokok.
Viralnya harga gas Rp16 ribu di Nganjuk menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap isu kebutuhan dasar dan stabilitas harga. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, masyarakat menaruh harapan besar pada program distribusi pangan dan energi murah yang dinilai lebih langsung menyentuh kebutuhan rakyat kecil.
Perbincangan di media sosial hingga kini masih terus berlangsung. Sebagian masyarakat berharap model koperasi murah seperti di Nganjuk dapat diperluas ke daerah lain di Indonesia agar manfaatnya tidak hanya dirasakan warga tertentu saja, tetapi juga masyarakat luas di berbagai wilayah.
Post a Comment for "Viral Harga Gas Rp16 Ribu Saat Prabowo Tinjau Koperasi Merah Putih di Nganjuk"